Hallo sobat.. pada tulisan kali ini saya mau berbagi
pengalaman bagaimana saya bisa masuk universitas Trisakti dengan jalur
Bidikmisi.
Pada saat ini, mungkin melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi menjadi amat mahal bagi sebagian kalangan masyarakat, oleh sebab itu banyak orang tua yang akhirnya “memaksa” anak-anak mereka yang baru lulus sekolah setingkat SMA/SMK untuk langsung mencari pekerjaan, walaupun mungkin mereka masih mempunyai keinginan dan potensi untuk terus menimba ilmu di jenjang yang lebih tinggi.
"Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional pada tahun 2010 meluncurkan program Bidik Misi untuk memberikan bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan dan bantuan biaya hidup kepada 20.000 mahasiswa yang memiliki potensi akademik memadai dan kurang mampu secara ekonomi di 104 perguruan tinggi penyelenggara.
Program ini merupakan program seratus hari kerja Menteri Pendidikan Nasional yang dicanangkan pada tahun 2010 yang pada tahun 2011 ini dilanjutkan dengan kembali menerima 20.000 calon mahasiswa yang diselenggarakan di 117 perguruan tinggi penyelenggara selain melanjutkan angkatan 2010.
Agar program Bidik Misi dapat dilaksanakan sesuai dengan prinsip 3T, yaitu: Tepat Sasaran, Tepat Jumlah, dan Tepat Waktu, maka diharapkan para pimpinan dan atau pengelola perguruan tinggi dalam melakukan persiapan, pelaksanaan dan evaluasi mengacu pada pedoman ini. Selain itu pedoman ini diharapkan juga dapat mempermudahcalon mahasiswa atau mahasiswa penerima terkait dengan implementasi program Bidik Misi."
sumber : http://bidikmisi.dikti.go.id/
Dan pada akhirnya saya menjadi salah satu dari penerima dana
Bidikmisi tersebut
Pada saat masih duduk di sekolah menengah atas.. saya hanya
memiliki keinginan yang kecil ntuk melanjutkan kuliah karena saya berfikir
untuk mencapai kesuksesan tidak hanya lulusan orang-orang yang mengenyam bangku
kuliah saja. Namun dengan beberapa dorongan orang-orang sekitar tentang arti
pentingnya melanjutkna kuliah demi masa depan, akhirnya saya mencari informasi
tentang cara-cara masuk ke perguruan tinggi.
Pada saat masih duduk di bangku SMA di SMAN 1 Gunungsindur, Saya mengambil jurusan ipa dengan beberapa teman karib saya yang pada akhirnya ikut berjuang bersama-sama untuk mendapatkan perguruan tinggi yang kami inginkan.
Berkonsultasi dengan guru BK sering kami lakukan untuk
mendapatkan informasi terbaru tentang penerimaan mahasiswa baru tahun 2013,
hingga akhirnya perjuangan kami pun dimulai...
Seleksi pertama yang saya ikuti adalah SNMPTN (Seleksi Nasional Perguruan Tinggi negeri) Lewat jalur raport yang pada saat itu hampir semua teman saya pun ikut pula dalam seleksi yang menjadi harapan pertama saya, dengan bermodal nilai pas-pasan akhirnya saya menyelesaikan setiap persyaratan seleksi tersebut. Pada saat itu piihan saya jatuh pada Jurusan Arsitektur ITB dan Arsitektur Lansekap IPB, Karena memang minat saya pada saat itu adalah masuk jurusan arsitektur.
Selang beberapa waktu setelah Pengumuman ujian nasional
barulah hasil seleksi SNMPTN diumumkan, dengan harap-harap cemas saya mencoba
membuka halaman web resmi SNMPTN dan memasukan KAP dan PIN pada saat mendaftar.
Dan betapa sedihnya ketika saya melihat tulisan bahwa saya
tidak diterima masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur SNMPTN.
Hmmm... pikir saya waktu itu masih banyak kesematan yang bisa saya ikuti selain jalur seleksi ini.
Hmmm... pikir saya waktu itu masih banyak kesematan yang bisa saya ikuti selain jalur seleksi ini.
Oh iyaa sekedar informasi.. teman seperjuangan saya yang
berhasil lolos melalui jalur SNMPTN ada
3 orang, :
-Ariska dengan Jurusan
Teknik lingkungan ITB
-Lili Yulia dengan jurusan Peternakan IPB , dan rekan sekelas
saya semasa sma
-Adi Darmawan dengan jurusan Biologi IPB
Selanjutnya,.. saya mengikuti seleksi yang telah dibuka pada
saat itu adalah seleksi PTAIN ( Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri) dan
hasilnya pun masih nihil.
Akhirnya saya pun berlanjut mengikuti seleksi yang ke-3
yaitu seleksi SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri)
Ohh ya hampir lupa,.. bersamaan dengan pendaftaran SNMPTN, saya juga mendaftar Bidikmisi sehingga gratis biaya untuk pendaftaran SBMPTN.
Namun saya tidak berharap besar pada seleksi ini dan orang
tua pun telah berpesan untuk langsung
mencari kerja apabila pada seleksi ini saya gagal lagi. Pada saat
seleksi SBMPTN saya melakukan ujian di Smk daerah bogor.. namun lupa nama
sekolahnya.. tetapi berlokasi di jalan padjajaran dekat kebun raya Bogor.
Akhirnya saya ikui seleksi yang berlangsung 2 hari itu, hari
pertama tes potensial akademik yang relatif mudah dan saya pun tidak mengalami
kesulitan yang berarti pada tes hari pertama itu.
Namun hari ke 2 saya dibuat pusing dengan soal-soal yang ....?? menurut saya ini lebih sulit jika dibandingkan dengan soal saat Ujian Nasional. banyak soal yang tidak saya jawab dengan benar dan akhirnya membawa
saya pada kegagalan yang ke-3 kalinya untuk masuk ke jenjang kuliah.
Dan sesuai cerita saya di atas, setelah gagal seleksi ini saya langsung mencari pekerjaan dengan teman rekan saya lainnya, dan pada akhirnya saya mulai bekerja di sebuah perusahaan produksi roti di daerah Taman Tekno BSD Tangerang selatan. Saya mulai bekerja sekitar bulan juni. namun, walaupun sedang menjalani hari-hari sebagai karyawan, pikiran saya selalu berfikir bagaimana caranya agar bisa kuliah di tahun ini juga ( tidak menunda tahun depan).
3 bulan saya merasakan kerja, saya mendapatkan informasi dari teman bahwa masih ada seleksi masuk perguruan tinggi swasta yang masih buka pada bulan Aguatus 2013. Akhirnya setelah pulang kerja saya pergi kewarnet dan segera membuka akun Bidikmisi saya dan melihat seleksi apa yang masih tersedia.
Ohh iya untuk mengenal lebih jauh tentang bidikmisi kalian bisa klik link ini
Setelah memasukanKAP dan PIN bidikmisi saya masuk ke
dashboard dimana daftar seleksi yang pernah saya ikuti maupun yang masih
tersedia. Saya melihat di kolom paling terakhir ada seleksi mandiri Perguruan
Tinggi Swasta, pikir saya mungkin ini adalah seleksi yang dimaksudkan teman
saya tadi.
Dalam seleksi mandiri ini, universitas swasta yang ditunjuk
oleh dikti untuk mengadakan program bidikmisi dan ikut membiayai mahasiswa
terpilih nantinya, namun tidak semua jurusan dari perguruan tinggi tersebut
masuk ke dalam pilihan yang tersedia.
Sebelum saya melakukan pendaftaran, saya mencari informasi
tentang Jurusan Arsitektur universitas swasta terbaik di indonesia dan
Universitas TRISAKTI menduduki peringakta 3 besar pada saat itu. Akhirnya saya
memantapkan hati utnutk mendaftar di Universitas TRISAKTI jurusan Arsitektur.
#Bersambung..
